Tepat seminggu yang lalu, aku memberi jeda pada diri. memberi ruang pada mental dan fisikku untuk kembali mendapatkan hak nya, beristirahat.
seperti hal nya tanda koma, perlunya memberi jeda dalam sebuah kalimat akan terlihat lebih enak dibaca. namun tidak kerap juga, malah akan lebih lambat dan kurang enak intonasinya.
masa, harus, sering, memberi, jeda, pada, diri.
gimana? tidak enak kan bacanya?
mungkin waktu yang lama, mungkin juga waktu yang sebentar. aku benar benar memberi jeda, dengan istirahat main sosmed salah satunya. dalam proses itu, ada hal baik dan juga hal buruk.
hal baik nya, aku menemukan lagi diriku, mengerti apa yang diriku butuh, diriku ingin, tau batasan batasan yang sebaiknya tidak aku lewati, kebahagiaan yang harusnya diberi pada diri, semakin cinta dan semakin utuh. bonusnya, aku masih konsisten olahraga.
namun, buruknya ketika aku mulai nyaman dengan keadaan ini. keadaan yang merasa seakan akan aku adalah orang paling terpuruk di dunia, keadaan yang membuatku tidak melakukan apa-apa, keadaan yang membuatku menggerutu berlebihan tentang keadaan, takut kalau terus-terusan dan betah di zona ini.
setelah sejenak berhenti, aku menyadari banyak hal. aku jadi paham sekali dengan diriku, dengan tubuhku, dengan pikiranku. bahwa, ada waktu dimana aku harus berkembang, harus melawan rasa malas yang lebih mendominasi, namun jangan terlalu keras juga, ada waktu dimana harus memberi jeda.
selama seminggu kemarin yang kuingat, aku menikmati, dan mulai melakukan hal-hal menyenangkan dengan diri sendiri. menulis, membaca, memasak, belajar menjahit, berkebun, nonton film dan banyak kegiatan lainnya yang membawa dampak positif bagi diri.
namun, beberapa kali aku juga menjadi manusia yang menyebalkan. mood yang kadang susah ku kendalikan, syukurnya belum meledak. masih dalam kendali, berhasil ku atasi walau dengan menangis sesekali, dan itu normal.
Menulis dan membaca buku juga menjadi kebiasaan lama yang mulai ku lakukan kembali dalam waktu memberi jeda pada diri, membaca buku apapun yang ingin aku baca, menulis apapun yang ingin aku tulis, seperti halnya tulisan ini. hasilnya sangat bagus untuk membangun kebiasaan lamaku (lagi), bonusnya jadi plong, lega dan mood membaik.
sebelum memilih untuk beristirahat, aku menyadari sudah jahat pada diri. sering bertengkar pada isi pikiran dan hati sendiri, yang akhirnya malah berkawan baik dengan dengan hal-hal buruk yg berujung kecewa.
ternyata diri ini butuh jeda, sekarang aku mengerti dan lebih memahami.
Belakangan ini tiap mencoba sesuatu lalu gagal paling banter cuma bilang, “oh berarti bukan disini jalannya” bersyukur atas pengalamannya, ambil pelajarannya, lalu bergegas mencoba lagi sesuatu lainnya.
kalau di depan jalannya buntu, yaudah muter balik cari jalan yang lain.
kalau di tengah perjalanan tiba-tiba hujan deras, yaudah melipir berteduh dan nikmati hujannya, artinya disuruh istirahat sebentar, kalau sudah reda kembali berjalan dengan udara yang lebih sejuk dan segar.
semakin kesini makin gak pengen membesarkan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakuin dengan biasa saja.
Hidup itu pilihan, memilih legowo atau meribukatkan hal-hal kecil yang bisa dengan mudah diselesaikan.
sekarang mau memaafkan diri sendiri, lebih mencintainya lagi mau lebih fokus ke hal hal yg membuatku tetap bahagia! mau aku jaga! supaya hidupku tenang, sehat sentosa dan bahagiaaa!!
