kitatulis.

Perjalanan Panjang Kereta Kehidupan

Perjalanan panjang kereta kehidupan. tulisan ini muncul saat sedang joging pagi dengan rute perjalanan ke sawah pinggiran kota dan bonus melihat kereta api, sebuah kebiasaan baru, belakangan ini.

transportasi umum yang membuatku sampai sekarang selalu suka, tidak pernah bosan! atau belum ya?

jika ditanya, ‘mengapa suka sekali dengan kereta??’
maka akan kujelaskan di sini, dengan tulisan ini yang ku harap bisa menjawabnya.

sebenarnya, aku juga sempat kebingungan mencari jawabannya, tapi kereta punya makna atau pelajaran tersendiri bagiku yang mungkin sedang ku terapkan di kehidupan.

Refleksi dalam kehidupan

kereta api ini punya jalur sendiri yang dirancang sedemikian rupa, berbeda dari transportasi lainnya. ia hanya melaju di jalannya hingga tiba di stasiun tujuan.

Selama di jalur yang benar tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tidak perlu juga repot-repot saling mendahului kareta lain karena masing-masing punya rel dan tujuan stasiunnya sendiri yang jelas berbeda, ada yang dengan tujuan ke Malang, Surabaya, Blitar, Semarang dan banyak lainnya.

Namun, meski begitu terkadang ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau kerusakan dalam perjalanan.

sama halnya seperti hidup, kita harus fokus pada jalur kita sendiri untuk sampai tujuan. tidak perlu tolah toleh melihat pencapaian orang lain, fokus ke depan maka akan sampai tujuan. tidak hanya itu, harus juga menjadi manusia yang mempunyai kesadaran bahwa hidup ini bukan sebuah kompetisi atau perlombaan. setiap manusia memiliki tujuan yang berbeda dengan masing-masing jalannya.

Kalau belum sampai tujuan ya gapapa, nikmati perjalanannya dengan melihat pemandangan sawah, sesekali juga pemandangan rapatnya rumah, kotornya sampah, jalanan yang padat, dan akhirnya sampai tujuan juga.

Seperti halnya kecelakaan pada kereta, hidup juga selalu mendapat kejutan hal-hal yang tak terduga di setiap perjalannnya. kadang, memamg perlu berhenti sejenak untuk beristirahat, memberi jeda pada diri lalu lanjut jalan kembali.

Setiap akan melakukan perjalanan, Kereta punya jadwal keberangkatannya. penumpang yang datang telat atau tidak pada waktunya maka akan ditinggalkan. Bukan perihal egois, tapi soal tanggungjawab.

Hal ini juga akrab dengan kehidupan, perlunya meninggalkan orang-orang yang tidak ingin berkembang bersama, dan pentingnya menempatkan diri di lingkungan yang mau tumbuh bersama, memberikan jarak atau cut off orang-orang yang tidak membuatmu bahagia. Bukan soal egois, hidup adalah pilihan.

Fokus pada tujuan hidup yang sebenarnya

Fokus di satu tujuan, maka kita tidak akan gampang terdistraksi dengan yang lain. sama halnya kereta, sudah melaju di jalurnya namun tidak sedikit yang menerobos juga, dan itu justru yang akan kalah darinya.

jika lebih peka, kita bisa mengambil banyak hikmah dari mana saja. berhubung belakangan ini punya kebiasaan melihat kereta, aku lebih peka dan beberapa hal diatas adalah pelajaran yang aku ambil darinya.

tentang analogi kereta, dan hal lainnya persepsiku dengan yang lain bisa beda.
ini tulisanku, jika bagiku begini, bagimu belum tentu, atau sebaliknya.

Scroll to Top